Follow me!!

Friday, 14 February 2014

Atap Abu-Abu di Kota Batu



Kemarin, tepatnya tanggal 13 Februari, satu lagi gunung api aktif di Indonesia, Gunung Kelud, meletus. Beberapa kota di sekitarnya, bahkan kota-kota yang berada di provinsi lain juga harus "menikmati" selimut abu vulkanik hasil letusan.

Salah satu orang yang sedikit terkena dampak selimut abu vulkanik adalah aku sendiri. Sedari pagi tadi, halaman depan rumah, jalanan, bahkan perabot yang ada di dalam rumah juga terkena debu hasil letusan Gunung Kelud. Bahkan untuk pergi ke kampus hampir tak mungkin rasanya jika tidak memakai penutup hidung, kecuali kalau memang ingin merasakan rasanya sesak nafas.



Anehnya di kampus, yang jaraknya 45 menit dari Kota Batu, hampir tak ada 'kejadian' apa-apa yang menandakan kalau baru saja ada kejadian 'besar' di jarak yang hanya terpaut beberapa puluh kilometer. Meski begitu, beberapa anak yang juga tinggal di daerah Malang Raya bagian lain juga sedikit merasakan dampak erupsi Kelud.

Beberapa pengungsi asal yang tempat tinggalnya terkena dampak parah sebagian diungsikan di GOR Ganesha, Kota Batu. Sayangnya, dua dari sekian pengungsi harus menutup umur karena sesak nafas.

Indonesia memang sedang dilanda bencana terus menerus.Untuk itu selayaknya kita mendoakan agar mereka yang harus kehilangan tempat tinggal, keluarga, serta materi ditabahkan hatinya dan diberikan kekuatan untuk bisa bangkit dan meneruskan hidupnya lagi.

Selain itu, bagi yang mempunya kelebihan materi, ada baiknya untuk turut menyumbang di posko-posko bantuan yang tersedia.

#prayforKelud